VARIASI HARGA CETAK
Beberapa waktu yang lalu saya coba buka permasalahan mengenai cara menghitung atau harga barang cetakan, dari semua yang ada mayoritas mengeluh tentang harga yang bervariasi antara satu percetakan dengan yang lain. Saya sangat maklum bagi orang yang awam mengenai cetakan hal ini merupakan hal cukup unik bahkan cenderung aneh. Menurut saya hal ini wajar saja, sebenarnya ada beberapa point yang perlu diperhatikan mengenai harga sebuah barang hasil percetakan antara lain :
1. Jumlah Order
2. Mesin yang dipakai
3. Margin/profit yang diambil
4. Kualitas
1. Jumlah Order
Harga barang cetakan akan bervariasi mengikuti jumlah order yang dipesan. Antara jumlah order dan harga satuan akan berbanding terbalik. Singkatnya semakin besar jumlah order akan semakin murah harganya demikian juga sebaliknya. Hali karena ada faktor tetap yang kalau dibagi dengan jumlah yang besar maka hasil yang diperoleh (harga) akan mengecil. Faktor tetap tersebut antara lain biaya mesin (biaya cetak), alat pendukung (Film, plate, setitng atau layout, dlsb). Faktor tetap tersebut semua sebagai biaya produksi berapapun jumlah order biaya diatas adalah tetap, sehingga semakin besar jumlah order (faktor pembagi) akan semakin murah harga satuannya.
2. Jenis Mesin
Mesin dalam dunia percetakan sangat bervariasi dari yang terkecil (offset) seperti mesin Toko (jEepang) hngga buatan Heidelberg (Jerman). Biaya cetak antara mesin toko dengan mesin gestetner akan berbeda sehingga biaya mesin yang merupakan faktor tetap seperti yang disinggung diatas akan bervariasi dan berpengaruh terhadap harga satuan.
3. Profit
Setiap percetakan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri mengenai berapa profit yang diambil. Besarnya keuntungan yang diambil kadang juga dipengaruhi oleh kondisi customer , kompetitor serta kebijakan dasarnya. Kebijakan dasar yang saya maksud adalah ada beberapa percetakan yang mempunyai prinsip "asal mesin saya tidak nganggur". Kompetitor seperti ini akan mengambil profit yang sangat sedkit bahkan secara materi keuntungan yang diperoleh hanya cukup untuk membayar leasing, karyawan dll.
4. Kualitas
Disamping kualitas yang diinginkan oleh customer maka setiap percetakan dapat menekan biaya produksi dengan cara mengakali penggunaan mesin. Misalnya satu percetakan menggunakan Plate sedang yang lain menggunakan master kertas, penggunaan jenis mesin gestetner dirubah menjadi mesin toko dan lain sebagainya. Penurunan/perubahan jenis diatas akan berdampak terhadap kualitas hasil cetak. Perbedaan Kualitas yang kurang bagus berdampak pada harga satuan.
Demikian sumbangan pemikiran dari saya yang mana pemikiran ini semua orang percetakanpun tahu, tapi tidak semua orang tahu.
1. Jumlah Order
2. Mesin yang dipakai
3. Margin/profit yang diambil
4. Kualitas
1. Jumlah Order
Harga barang cetakan akan bervariasi mengikuti jumlah order yang dipesan. Antara jumlah order dan harga satuan akan berbanding terbalik. Singkatnya semakin besar jumlah order akan semakin murah harganya demikian juga sebaliknya. Hali karena ada faktor tetap yang kalau dibagi dengan jumlah yang besar maka hasil yang diperoleh (harga) akan mengecil. Faktor tetap tersebut antara lain biaya mesin (biaya cetak), alat pendukung (Film, plate, setitng atau layout, dlsb). Faktor tetap tersebut semua sebagai biaya produksi berapapun jumlah order biaya diatas adalah tetap, sehingga semakin besar jumlah order (faktor pembagi) akan semakin murah harga satuannya.
2. Jenis Mesin
Mesin dalam dunia percetakan sangat bervariasi dari yang terkecil (offset) seperti mesin Toko (jEepang) hngga buatan Heidelberg (Jerman). Biaya cetak antara mesin toko dengan mesin gestetner akan berbeda sehingga biaya mesin yang merupakan faktor tetap seperti yang disinggung diatas akan bervariasi dan berpengaruh terhadap harga satuan.
3. Profit
Setiap percetakan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri mengenai berapa profit yang diambil. Besarnya keuntungan yang diambil kadang juga dipengaruhi oleh kondisi customer , kompetitor serta kebijakan dasarnya. Kebijakan dasar yang saya maksud adalah ada beberapa percetakan yang mempunyai prinsip "asal mesin saya tidak nganggur". Kompetitor seperti ini akan mengambil profit yang sangat sedkit bahkan secara materi keuntungan yang diperoleh hanya cukup untuk membayar leasing, karyawan dll.
4. Kualitas
Disamping kualitas yang diinginkan oleh customer maka setiap percetakan dapat menekan biaya produksi dengan cara mengakali penggunaan mesin. Misalnya satu percetakan menggunakan Plate sedang yang lain menggunakan master kertas, penggunaan jenis mesin gestetner dirubah menjadi mesin toko dan lain sebagainya. Penurunan/perubahan jenis diatas akan berdampak terhadap kualitas hasil cetak. Perbedaan Kualitas yang kurang bagus berdampak pada harga satuan.
Demikian sumbangan pemikiran dari saya yang mana pemikiran ini semua orang percetakanpun tahu, tapi tidak semua orang tahu.

1 komentar:
Terima Kasih atas komentarnya
Posting Komentar